Rabu, 03 September 2014

SAOL EVALUASI LATIHAN BAB 1 HAKIKAT GEOGRAFI

ULANGAN GEOGARAFI Kelas X ( BAB 1. HAKIKAT GEOGRAFI)
1.    Secara harfiah geografi berasal dari kata geo dan graphein, geo artinya bumi, sedangkan graphein adalah …..
2.    Geografi merupakan induk dari dari ilmu pengetahuan yang lainnya. Dikemukakan oleh ….
3.    Letak astronomis di Indonesia adalah ….
4.    Pengertian geografi awalnya tentang muka bumi yang meliputi flora, fauna, iklim, laut, tanah maupun manusia dalam buku berjudul geografika. Pernyataan tersebut di kemukakan oleh …..
5.    Tejadinya gagal panen padi dikarenakan musim kemarau berkepanjangan, keadaan alam sangat berpengaruh, hal tersebut termasuk ke dalam paham …..
6.    Ilmu yang yang mempelajari tentang seluk beluk lautan adalah ….
7.    Pemukiman penduduk di Desa Kr.Gondang adalah aspek geografi ….
8.    Bagaimana cara menanggulangi fenomena bencana alam? Dari pernyataan tersebut untuk menkajinya dengan pertanyaan …..
9.    Terjadinya banjir bandang di wasior dapat di kaji dengan pendekatan ….
10.              Deretan pegunungan mediteran termasuk dalam aspek geografi …..
11.              Studi geografi yang mempelajari keadaan cuaca adalah ilmu …..
12.              Gempa jogja terjadi akibat pertemuan lempeng aurasia dengan lempeng indo australia. Hal tersebut dapat dikaji dengan pendekatan ….
13.              Perjalanan kesekolah menempuh jarak 5 km, contoh konsep jarak ….
14.              Pola pemukiman desa bondo sebagian besar mengikuti garis pantai, contoh konsep ….
15.              Banyak pemukiman kumuh dijakarta, adalah contoh konsep ….
16.              Sebagian besar penduduk di Ds. Ngelak bermata pencaharian nelayan, contoh konsep ….
17.              Banyak orang kota rekreasi ke pegunungan untuk menikmati udara yang bersih dan segar, adalah contoh konsep ….
18.              Terjadinya banjir disebabkan pendangkalan sungai, termasuk prinsip geografi ….
19.              Emas dan perak banyak terdapat dipapua, adalah contoh prinsip geografi ….
20.              Gambar siklus hidrologi dan peta pariwisata, adalah contoh prinsip geografi ….


 




ULANGAN GEOGARAFI Kelas X ( BAB 1. HAKIKAT GEOGRAFI)

1.    Secara harfiah geografi berasal dari kata geo dan graphein, geo artinya bumi, sedangkan graphein adalah …..
2.    Geografi merupakan induk dari dari ilmu pengetahuan yang lainnya. Dikemukakan oleh ….
3.    Letak astronomis di Indonesia adalah ….
4.    Pengertian geografi awalnya tentang muka bumi yang meliputi flora, fauna, iklim, laut, tanah maupun manusia dalam buku berjudul geografika. Pernyataan tersebut di kemukakan oleh …..
5.    Tejadinya gagal panen padi dikarenakan musim kemarau berkepanjangan, keadaan alam sangat berpengaruh, hal tersebut termasuk ke dalam paham …..
6.    Ilmu yang yang mempelajari tentang seluk beluk lautan adalah ….
7.    Pemukiman penduduk di Desa Kr.Gondang adalah aspek geografi ….
8.    Bagaimana cara menanggulangi fenomena bencana alam? Dari pernyataan tersebut untuk menkajinya dengan pertanyaan …..
9.    Terjadinya banjir bandang di wasior dapat di kaji dengan pendekatan ….
10.              Deretan pegunungan mediteran termasuk dalam aspek geografi …..
11.              Studi geografi yang mempelajari keadaan cuaca adalah ilmu …..
12.              Gempa jogja terjadi akibat pertemuan lempeng aurasia dengan lempeng indo australia. Hal tersebut dapat dikaji dengan pendekatan ….
13.              Perjalanan kesekolah menempuh jarak 5 km, contoh konsep jarak ….
14.              Pola pemukiman desa bondo sebagian besar mengikuti garis pantai, contoh konsep ….
15.              Banyak pemukiman kumuh dijakarta, adalah contoh konsep ….
16.              Sebagian besar penduduk di Ds. Ngelak bermata pencaharian nelayan, contoh konsep ….
17.              Banyak orang kota rekreasi ke pegunungan untuk menikmati udara yang bersih dan segar, adalah contoh konsep ….
18.              Terjadinya banjir disebabkan pendangkalan sungai, termasuk prinsip geografi ….
19.              Emas dan perak banyak terdapat dipapua, adalah contoh prinsip geografi ….

20.              Gambar siklus hidrologi dan peta pariwisata, adalah contoh prinsip geografi …


Kerusakan Lingkungan Hidup (Flora dan Fauna)

A.  IDENTIFIKASI KERUSAKAN FLORA DAN FAUNA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KERUSAKAN
Faktor yang menyebabkan kerusakan flora dan fauna karena
a.    Pengaruh evolusi
b.    Tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan (seleksi alam)
c.     Perusakan oleh manusia
d.    Bencana alam

B.  ANALISIS DAMPAK KERUSAKAN FLORA DAN FAUNA TERHADAP KEHIDUPAN
Apa yang terjadi jika flora rusak? Apakah kerusakan flora berpengaruh pada gangguan ekosistem?
Untuk menjawab pertanyaan tentunya kita bisa menganalisis munculnya beberapa fenomena seperti:
v  Terjadinya pendangkalan aliran sungai atau danau akibat tingginya erosi yang diikuti tingginya sedimentasi
v  Berkurangnya luas lahan potensial akibat dari tingginya tingkat erosi, tanah longsor ataupun genangan air dan pertumbuhan penduduk yang cepat
v  Semakin berkurangnya persediaan air tanah
v  Intrusi air laut di berbagai wilayah Indonesia
v  Terjadinya polusi udara dan polusi tanah
v  Meluasnya areal / wilayah banjir dan tanah longsor
C.   PELESTARIAN FLORA DAN FAUNA
Di dalam ekosistem keberadaan flora sangatlah penting, berkurangnya flora dan funa dapat menggangggu ekosistem. Sebagai produsen tingkat pertama, jika mengalami kerusakan maka tidak hanya komponen antroposfer saja yang mengalami kerusakan tetapi komponen biosfer (fauna), litosfer dan atmosfer mengalami gangguan, mengapa kerusakan flora (hutan) dapat mengganggu ekosistem tentu jawabannya karena hutan memiliki fungsi :
a.      Langsung
1.      Fungsi ekonomi, menghasilkan bahan mentah untuk industri dan bahan bangunan antara lain : rotan, dapat digunakan bahan bagunan, kamper (wangi-wangian dan obat-obatan), damar untuk cat, pernis, lak kapal untuk cat, getah perca untuk pahan, alat-alat laboratorium, kayu jati untuk industri ukir dan lain-lain.
2.      Fungsi sosial, yaitu membuka lapangan kerja.
b.      Fungsi Tak Langsung
1.      Fungsi hidrologis, yaitu  mampu menahan erosi.
2.      Fungsi klimatologis, yaitu berfungsi mengatur suhu udara dan kelembaban udara bahkan curah hujan.
3.      Fungsi orologis, yaitu menjaga keseimbangan air tanah karena curah hujan yang jatuh di daerah hutan akan lebih banyak.
4.      Fungsi strategis, untuk pertahanan dan keamanan
5.      Fungsi estetis, keindahan dan rekreasi.

USAHA PELESTARIAN FLORA DAN FAUNA
1.      UU No. 23 tahun 1997 tentang ketentuan pokok kehutanan yang di dalamnya mencakup hutan suaka alam, hutan harus berwawasan lingkungan.
2.      Pembangunan harus berwawasan lingkungan
3.      Peningkatan nilai sosial budaya, ekonomi selama tidak bertentangan dengan pelestarian alam
4.      Konvensi oleh PBB tahun 1975 CITES (Convention on International in Endangeres Species of  Wild Fauna and Flora)
5.      Berdirinya ikatan negara-negara di dunia yang tergabung dalam IUNC (International Union Conservation of Nature Resources)

SATWA YANG DILINDUNGI
1.      Berdasarkan ordonasi dan peraturan perlindungan binatang liar No. 134 dan 266/1931 diantaranya : orang utan, trenggiling, cendrawsih, biawak, komodo, gajah, banteng, babi, rusa, kancil.
2.      Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 421/KTPa/Um/8/1970 diantaranya harimau, kakatua, beo, kasuari, burung alap-alap.
3.      Berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 327/KTPa/Um/1972 diantaranya Harimau, Sumatera, bajing tanah, itik liar, duyung, burung kipas biru, kelinci Sumatera dan Sulawesi.
Selain itu, beberapa kawasan hutan tempat hidup hewan-hewan langka dilarang digunakan sebagai tempat berburu. Kawasan hutan yang dilarang untuk berburu dan dimaksudkan untuk perlindungan satwa disebut hutan suaka margasatwa.
Suaka margasatwa yang terkenal, antara lain adalah sebagai berikut :
a.       Suaka margasatwa Gunung Lauser di Nagroe Aceh Darussalam, merupakan margasatwa terbesar di Indonesia. Hewan-hewan yang mendapat perlindungan di tempat ini antara lain: gajah, badak Sumatera, orang utan, tapir, harimau, kambing hutan, rusa dan berbagai jenis burung.
b.      Suaka margasatwa Sumatera Selatan 1 di Sumatera Selatan, merupakan tempat untuk perlindungan tapir, badak, kerbau liar, harimau Sumatera, gajah dan rusa.
c.       Suaka margasatwa Baluran di Jawa Timur, merupakan tempat untuk perlindungan badak banteng, kerbau liar, anjing hutan, berbagai jenis kera, lutung, rusa, babi hutan, ayam hutan, dan burung merak.
d.      Suaka margasatwa Pulau Komodo Nusa Tenggara Timur, merupakan tempat untuk perlindungan biawak komodo. Satwa-satwa lain yang dilindungi di tempat ini ialah burung kakaktua, ayam hutan, kerbau liar, babi hutan dan rusa.
e.       Suaka margasatwa Pulau Moyo di Sumbawa, merupakan tempat untuk perlindungan Burung kakaktua, ayam hutan, sapi liar, babi hutan dan rusa.
f.        Suaka margasatwa Kutai di kalimantan Timur, merupakan tempat untuk perlindungan babi hutan, banteng , orang utan, rusa dan bekantan (kanau)


Adapula kawasan hutan yang disebut sebagai suaka alam/cagar alam. Cagar alam merupakan kawasan hutan untuk perlindungan hewan, tumbuh-tumbuhan, tanah, tempat-tempat bersejarah, dan keindahan alamnya,. Cagar alam yang tekenal di Indonesia antara lain adalah sebagai berikut :
a.       Cagar alam Pulau Dua di Jawa Barat, merupakan tempat yang selain dimanfaatkan untuk pelestarian hutan, pulau ini juga digunakan untuk perlindungan berbagai jenis burung laut. Oleh karena itu, tempat ini terkenal dengan sebutan “Kerajaan Burung”.
b.      Cagar alam Cibodas di kaki Gunung Gede Jawa Barat, merupakan cadangan hutan di daerah basah (banyak hutan turun). Daerah demikian menjadi daerah pengisian air tanah (recharge area).
c.       Cagar alam Ujung Kulon di Banten, merupakan tempat perlindungan berbagai jenis binatang yang terkenal, antara lain badak, rusa, buaya, banteng, babi hutan, dan burung merak.
d.      Cagar alam Penanjug-Pangandaran Banten, merupakan tempat yang selain dimanfaatkan untuk pelastarian hutan, tempat ini digunakan pula untuk perlindungan rusa, banteng, dan babi hutan.
e.       Cagar alam Lalijiwo di Jawa Timur, di tempat ini terdapat hutan alam flora alpina dan berbagai jenis cemara.
f.        Cagar alam Raflesia di Bengkulu, merupakan tempat yang khusus untuk perlindungan bunga Reaflesia Arnoldi (bunga bangkai) yang merupakan bunga terbesar di dunia.
g.       Cagar alam Sibolangit di Sumatera Utara, di tempat ini terdapat flora asli khusus daratan rendah Sumatera, antara lain pohon lebah dan bunga bangkai raksasa.
h.      Cagar alam Rimbo Panti di Sumatera Barat, di tempat ini terdapat tumbuh-tumbuhan khas Sumatera Barat dan hewan-hewan, antara lain tapir dan siamang.


Senin, 19 Desember 2011

Mengapa langit berwarna biru?

Contoh penghamburan Rayleigh yang paling terkenal adalah atmosfer Bumi yang memberi warna biru di langit. Adalah Leonardo da Vinci yang sekitar tahun 1500an, menduga pertama kali alasan mengapa langit berwarna biru, khususnya dalam pengamatannya kalau asap kayu terlihat biru saat diamati pada latar belakang hitam (Jackson, 1998). Efek ini akhirnya dijelaskan secara kuantitatif tahun 1899 oleh Lord Rayleigh yang namanya diambil untuk menjelaskan fenomena ini.
Penghamburan Rayleigh terjadi saat sinyal yang datang memiliki panjang gelombang, ?, yang jauh lebih besar dari panjang gelombang resonansi dari elektron yang terikat dalam sebuah atom atau molekul. Untuk sinar optik yang menimpa partikel dengan transisi ultraviolet, ini juga berarti kalau  ? jauh lebih besar dari ukuran partikel yang menghambur. Karena ketergantungan yang kuat dari penampang lintang hamburan pada panjang gelombang. Panjang gelombang yang lebih pendek, yaitu cahaya biru (cahaya ungu lebih terhamburkan lagi, tapi mata kita lebih sensitif pada biru daripada ungu), akan lebih mudah menghambur daripada panjang gelombang panjang (merah). Cahaya biru memiliki panjang gelombang ? mendekati 470 nanometer dan, karena molekul yang paling berlimpah di atmosfer, yaitu nitrogen dan oksigen, berukuran sekitar 0.3 nanometer, penghamburan atmosfer jelas tergolong penghamburan Rayleigh. Partikel debu yang kecil juga berperan, namun penghamburan dominan disebabkan oleh molekul dan langit akan tetap terlihat biru bahkan tanpa adanya debu.
Untuk geometri seperti dalam gambar  1 berikut, cahaya biru lebih mungkin menghambur kedalam garis pandangan pengamat daripada cahaya merah. Akibatnya, matahari yang kuning menghasilkan langityang biru bagi pengamat di bumi. Walau tidak terlalu jelas, langit malam juga berwarna biru. Walau lemahnya cahaya di langit malam membuatnya mustahil dikenali oleh mata, exposure dalam waktu lama dapat mengungkapkan warnanya. Lihat gambar 2.
Gambar 1. Saat pengamat berada dalam medium penghambur yang acak, cahaya dapat masuk ke matanya dari semua arah bahkan walaupun sumber asli cahaya hanya berasal dari satu arah saja
Gambar 2. Sebuah potret exposure waktu selama 69 detik mengungkapkan warna biru pada langit malam.
Bila tidak ada atmosfer, langit siang akan berwarna hitam, kecuali di tempat adanya matahari itu sendiri. Fakta kalau atmosfer di hari yang cerah bersifat transparan bermakna bahwa sebagian besar foton bergerak menembusnya tidak dihalangi dan hanya sedikit yang mengalami hamburan. Inilah mengapa, pada hari yang cerah, kecemerlangan matahari jauh lebih besar daripada kecemerlangan langit yang biru.
Untuk geometri seperti pada gambar 3, cahaya biru lebih mungkin dihamburkan keluar dari garis pandang daripada warna merah. Karenanya, setiap benda pemancar cahaya di atas atmosfer bumi akan terlihat memerah dan juga memudar, karena penghamburan Rayleigh. Matahari menjadi lebih merah daripada warna aslinya bahkan saat ia masih tinggi. Bila garis pandang menembus atmosfer lebih panjang, seperti saat melihat matahari terbit atau tenggelam (lihat gambar 4), maka warna memerah lebihdiperkaya dan lebih jelas bagi mata (penghamburan dari debu, uap air dan molekul besar juga dapat berperan dalam pemerahan). Efek yang sama dapat diamati untuk benda lain seperti bulan, planet atau bintang. Walau begitu, foton yang terhambur secara individual sendiri memiliki panjang gelombang yang sama dengan foton yang datang, karenanya walaupun penghamburan Rayleigh tergantung panjang gelombang, ia masih merupakan bentuk penghamburan elastik.
Gambar 3. Contoh penghamburan acak
Gambar 4. Matahari terbit terlihat merah, sama seperti saat tenggelam
Penghamburan Rayleigh menghasilkan cahaya terpolar sama halnya dengan penghamburan Thompson (lihat gambar 5). Bahkan walau matahari memancarkan cahaya yan tidak terpolar, misalnya, cahayanya yang terhambur akan terpolarkan pada sudut pandang 90 derajat, sebagaimana kita buktikan dengan melihat ke dekat cakrawala dengan saringan polarisasi saat matahari ada di atas kepala. Seperti halnya hamburan Thompson, hamburan Rayleigh memberi cara melihat sumber dengan melihat pada ‘cerminannya’, walaupun dibebani oleh ketergantungan panjang gelombang   . Karenanya mungkin melihat spektrum matahari dengan mengarahkan spektrometer pada satu posisi di langit jauh dari posisi matahari itu sendiri. Garis Fraunhofer matahari (garis Fraunhofer matahari adalah garis penyerapan yang terbentuk dalam fotosfer matahari), misalnya, dapat dilihat dengan mudah lewat cara ini. Cahaya optik yang kabur dalam sebuah nebula refleksi (lihat gambar 6) juga akan terpolarisasi.
Gambar 5. Geometri proses polarisasi akibat hamburan Rayleigh atau Thompson
Gambar 6. Nebula refleksi di sekitar bintang terang, Merope, salah satu bintang di kluster bintang Pleiades.
Langit berwarna biru dapat dikontraskan dengan warna yang lebih abu-abu dari tetesan air di awan. Karena tetesan air tidaklah kecil dibanding panjang gelombang cahaya, penghamburan dari partikel ini bukanlah rezim hamburan Rayleigh. Ketergantungan panjang gelombang dari penghamburan partikel besar lebih datar daripada penghamburan Rayleigh, karenanya warna awan terlihat abu-abu.
Gambar 7. Awan berwarna abu-abu
Referensi
  1. Jackson, J. D. Classical Electrodynamics, 3rd Ed., John Wiley & Sons, Inc., Hoboken, New Jersey, 1998
  2. Meeks, M.L. 1976. Astrophysics. Academic Press
  3. Rossing, T.D., Chiaverina, C.J. 1999. Light science: Physics and the  visual arts. Birkhauser.

Gaya Gravitasi

Mengapa kita tetap berpijak di atas permukaan bumi? Mengapa setiap benda yang jatuh selalu menuju pusat bumi? Mengapa bulan tetap mengelilingi bumi dan bumi bersama-sama bulan mengelilingi matahari? Mengapa demikian?
Disadari atau tidak, seringkali kita tidak memahami pengalaman kita hidup di dunia ini. Tentang ‘sesuatu’ yang menyebabkan kita tetap lekat di permukaan bumi. Apakah sesuatu itu? Mengapa sesuatu itu ada? Bagaimana cara ia bekerja?

Suatu pertanyaan sederhana seringkali memerlukan pemikiran yang mendalam untuk memperoleh jawabannya. Dan mungkin, sedikit sekali yang berupaya sungguh-sungguh, karena hal itu tampaknya sesuatu yang “biasa” dalam kehidupan sehari-hari. Kecuali anak-anak yang polos dan lugu serta ingin tahu yang seringkali mengusik kita dengan pertanyaan-pertanyaan mereka yang spontan tentang segala sesuatu yang mereka lihat dan rasakan. Yang terkadang terkesan lucu namun menyenangkan. Diantaranya mengapa benda jatuh selalu ke “bawah”?
Penjelasan yang kita terima seperti mereka juga belumlah tuntas, bahkan mungkin hingga saat ini. Sebenarnya, setiap orang tentu mengalami pengaruh gravitasi. Demikian juga dengan semua benda yang ada di sekitar kita. Walau tanpa kita sadari, semua benda yang terdiri dari partikel materi saling berinteraksi tarik-menarik satu sama lain. Gravitasilah yang memungkinkan kita tetap nyaman tinggal di permukaan bumi dan kita dapat menikmati indahnya cahaya bulan purnama di malam hari, juga kemilaunya sinar matahari di waktu senja dan pagi hari. Tanpa gravitasi, kita semua akan beterbangan “hilang” dalam ruang makrokosmos yang teramat luas akibat rotasi bumi. Tanpa gravitasi, bumi yang kita huni, bulan dan matahari serta planet-planet yang mengisi ruangan jagat raya ini akan berhamburan dalam gerak acak yang tak beraturan. Bersyukurlah kita, bahwasannya Allah telah menciptakan gravitasi sehingga kita pun mengalami proses kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam kita.
Namun, apakah “gravitasi” itu? Sejauh ini telah banyak usaha yang dilakukan untuk memahami fenomena gravitasi. Sejarah mengatakan, mula pertama gagasan gravitasi dipahami dan dijelaskan oleh tuan Isaac Newton dalam Philosophiae Naturalis Principia Mathematica yang sering juga disebut Principia yang muncul pertama kali tahun 1687 (walaupun sebenarnya gagasan gravitasi tersebut telah diperolehnya 22 tahun sebelumnya) yang antara lain menjelaskan hukum gravitasi universal di samping mengemukakan teori bagaimana benda bergerak dalam ruang dan waktu.
Hukum gravitasi universal menjelaskan bagaimana benda berinteraksi tarik-menarik. Gagasan hukum gravitasi universal dapat kita pahami sebagai berikut,”tiap benda dalam jagat raya ditarik ke arah semua benda lain oleh suatu gaya yang makin kuat dengan makin besarnya massa benda-benda itu, dan dengan dekatnya benda itu satu sama lain”. Artinya, setiap partikel materi yang berada di dalam jagat raya ini saling tarik-menarik satu sama lain yang besarnya gaya tarik-menarik tersebut bertambah besar bila jaraknya semakin dekat dan kandungan massa dari tiap-tiap partikel materi tersebut bertambah banyak.
Meskipun pengalaman kita hidup sehari-hari tidak merasakan hal demikian, hal ini dikarenakan oleh adanya kenyataan bahwa gaya gravitasi itu teramat lemah, sehingga pengaruh yang ditimbulkannya amat kecil untuk dapat kita rasakan.
Seiring dengan usaha pemahaman atas gaya interaktif lain yang ada di jagat raya ini, konsep medan telah diperkenalkan oleh ilmuwan fisika masyhur, Michael Faraday pada akhir abad 19 yang berusaha memahami gaya interaktif partikel bermuatan elektrik yang kita kenal sekarang sebagai gaya elektromagnetik (gagasan “partikel” untuk dunia mikroskopis adalah suatu model saja). Konsep medan ini kemudian dibuat umum hingga kemudian diterapkan juga pada gagasan gravitasi tuan Newton, yang dikenal dengan konsep medan gravitasi.
Konsep medan gravitasi ini memandang setiap partikel materi sebagai pengubah ruang medan gravitasi. Medan ini beraksi pada setiap partikel materi lain yang berada di dalam medan tersebut, yang seolah-olah “mengerahkan” gaya tarikan gravitasi pada partikel materi tersebut. Medan ini memainkan peranan perantara dalam pemikiran kita mengenai gaya-gaya interaksi di antara partikel-partikel materi.
Mungkin kita jadi berpikir, bahwa bila setiap partikel materi yang berada dalam medan gravitasi telah berusaha untuk mengerahkan daya tarikan gravitasi pada setiap partikel materi lain, maka terdapat “sesuatu” yang menjadi penghubung sehingga terjadi interaksi antar partikel-partikel materi.
Pengenalan konsep kuantum dan penelitian mutakhir dari partikel elementer memungkinkan pemahaman yang jauh lebih baik daripada sebelumnya mengenai mekanisme gravitasi. Hasilnya adalah, diduga ada “partikel interaktif” yang dikenal dengan nama graviton sebagai pembawa gaya gravitasi yang memungkinkan partikel-partikel materi berinteraksi. Partikel interaktif tersebut tidak memiliki massa, bersifat maya-karena belum ada kenyataan eksperimental yang menemukan partikel interaktif tersebut. Karena graviton tidak bermassa, maka sebagai akibatnya ia dapat dipertukarkan pada jarak yang jauh sekali yang meliputi seluruh volume ruang jagat raya. Sebagai ilustrasi, berapa “keliling” jagat raya ini bila dikatakan bahwa di dalamnya terdapat sekitar 100 milyar galaksi yang tiap-tiap galaksi berisi sekitar 100 milyar bintang! Jumlah ini adalah suatu pendekatan saja, boleh jadi jumlah yang sebenarnya melebihi aproksimasi di atas. Sementara itu, dari pengamatan yang dilakukan terdeteksi bahwa antar galaksi saling bergerak menjauhi satu sama lain mirip dengan balon karet yang kita tiup, dengan kecepatan yang semakin bertambah besar dengan bertambah jauhnya jarak antar galaksi. Menurut prediksi, bahkan hal ini akan tetap berlangsung sekitar 5 atau 10 milyar tahun lagi.
http://www.lhup.edu/~dsimanek/scenario/img008.gif
Meskipun gaya gravitasi mempunyai kekuatan yang lemah bila dibandingkan dengan gaya-gaya lain yang terdapat di jagat raya ini, ia dapat mempunyai kekuatan yang sangat besar, bila kita meninjau suatu misal, sebuah objek langit yang mengalami pemampatan materi dan telah kehilangan energi termonuklirnya yang ia pergunakan untuk melangsungkan hidup, akan mengalami pengerutan yang sangat hebat. Bintang yang ambruk tersebut akan mengerut mencapai ukuran yang sangat kecil karena efek tarikan gravitasinya yang sangat kuat. Objek semacam inilah yang sering kita kenal sebagai lubang hitam, suatu objek yang menjadi perhatian utama saat ini dikarenakan ia memiliki sifat-sifat yang diramalkan dari teori kuantum dan teori relativitas umum, yang aneh, menawan dan menakjubkan. Mungkin sulit bagi kita untuk membayangkan terdapatnya objek yang demikian sangat rapat, bila suatu misal, dalam sebuah kelereng yang berdiameter dua cm mengandung sejumlah massa 80 milyar ton! Bintang yang mempunyai massa sekian itu akan terus-menerus mengerut dalam ukuran yang semakin kecil dan semakin rapat. Tarikan gravitasinya bahkan mampu menarik cahaya yang lewat mendekatinya.
Struktur atom dan struktur inti lubang hitam tidak lagi seperti yang telah kita kenal dalam teori atom dan teori nuklir, karena tarikan gravitasi telah menarik awan elektron di sekeliling inti dan menembusnya! Sifat-sifat apakah yang terjadi dan hukum bagaimanakah yang mampu menjelaskan adanya fenomena seperti itu, hingga saat ini masih dalam perumusan para fisikawan dunia. Dan akan selalu menjadi bahan kajian yang menarik karena ia merupakan aspek penting dalam pemahaman kita terhadap alam semesta, kelahiran serta proses evolusinya secara keseluruhan dalam suatu pemahaman utuh yang menunjukkan kebesaran Allah Yang Maha Rahman dalam menciptakan jagat raya ini.

Sabtu, 17 Desember 2011

PENTINGNYA GEOGRAFI

Geografi adalah ilmu tua sejak peradaban manusia di muka bumi ini ada, tapi mungkin para penghuni tidak pernah tidak pernah menyadari bahwa geografi itu salah satu dasar ilmu atau ataupun ilmu dasar dari berbagai ilmu, karena memang  ilmus emua ada di geogarfi.